🌊 Pengalamanku Menemani Adik Nafida Baby Swim

Halo, teman-teman!

Aku Nahida! Hari ini aku mau cerita tentang pengalaman seru ketika aku menemani adikku, Nafida, ikut baby swim. Ini pertama kalinya aku melihat adik berenang. Hari itu terasa sangat spesial, karena banyak hal baru yang kulihat dan kulakukan bersama bunda dan adikku.

🚌 Perjalanan Naik Bus dan Turun di Alun-alun Purwokerto

Sore hari, bunda bilang kami akan pergi ke tempat baby spa. Aku senang sekali!

Aku dan bunda naik bus berdua sambil membawa adik Nafida yang digendong bunda. Busnya berjalan pelan melewati jalanan kota. Aku duduk dekat jendela sambil melihat motor, mobil, dan toko-toko.

Setelah perjalanan beberapa menit, bus berhenti di depan Alun-alun Purwokerto. Kami turun pelan-pelan, karena bunda sambil menggendong adik. Udara sore terasa hangat, tidak panas, dan banyak orang yang sedang duduk atau berjalan-jalan di alun-alun.

🌼 Melihat Bunga, Burung, dan Bermain di Jalur Kuning Disabilitas

Saat turun dari bus, aku langsung melihat banyak hal yang membuatku senang:

Bunga warna-warni di taman alun-alun Burung-burung kecil yang berjalan sambil mencari makanan Orang-orang yang sedang duduk santai

Tapi yang paling aku suka adalah jalur kuning panjang di lantai alun-alun.

Bunda bilang itu namanya guiding block, yaitu jalur untuk teman-teman disabilitas, khususnya tuna netra, supaya bisa berjalan dengan aman.

Lantainya warna kuning cerah, panjang, dan bergaris-garis seperti jembatan kecil.

Aku berjalan mengikuti jalur itu sambil tertawa, karena rasanya seperti main petualangan.

Aku bilang ke bunda:

β€œBunda lihat! Nahida jalan di kuning jembatan!”

Bunda tersenyum dan berkata, β€œIya, itu jalur untuk teman-teman yang perlu bantuan berjalan. Nahida hebat sekali mau belajar.”

Aku terus mengikuti jalur kuning itu sampai cukup jauh. Rasanya menyenangkan sekali.

🚢 Berjalan ke Alina Spa

Setelah puas bermain sebentar, kami berjalan menuju Alina Spa. Jaraknya tidak jauh, jadi kami berjalan kaki dari alun-alun sambil menikmati suasana sore. Langit mulai menguning, dan anginnya terasa lembut sekali.

Aku menggandeng tangan bunda, sementara bunda menggendong adik Nafida yang sedang tertidur.

Sesekali aku berhenti melihat bunga di taman, atau melihat burung terbang ke kabel listrik.

🐣 Nafida Mulai Baby Swim

Setelah tiba di spa, tempatnya wangi dan tenang. Ada musik lembut yang membuatku merasa nyaman. Bunda menyerahkan adik Nafida ke perawat untuk dipersiapkan masuk kolam.

Saat waktunya tiba, perawat membuka baju adik, memasang pelampung leher, lalu pelan-pelan memasukkan Nafida ke kolam air hangat.

Aku melihat dengan mata besar karena penasaran.

Ternyata…

Adik Nafida tidak nangis sama sekali!

Dia diam, matanya melihat ke sekeliling, lalu pelan-pelan kakinya mulai bergerak seperti mengayuh air.

Perawat bilang:

β€œAdiknya cepat sekali beradaptasi. Pintar banget.”

Aku bangga sekali.

Aku berdiri dekat kolam sambil berkata pelan:

β€œAdek… hebaaat.”

Air hangat membuat Nafida terlihat sangat nyaman. Tubuhnya seperti mengambang lembut, sambil kakinya mengayuh pelan-pelan.

🧠 Bayi Masih Ingat Rasanya di Dalam Perut

Bunda bilang,

β€œBaby swim itu mudah untuk bayi kecil, karena mereka masih ingat rasanya berada di dalam perut. Dulu di dalam air ketuban, mereka juga sering bergerak.”

Aku jadi membayangkan adikku saat masih di dalam perut bunda.

Ternyata itulah sebabnya Nafida terlihat tenang sekali di air. Dia seperti mengenali rasa lembut yang mirip waktu masih jadi bayi kecil dalam kandungan.

πŸ’† Bunda Perawatan, Aku Menemani Adik

Setelah adik berenang, bunda ikut perawatan wajah. Jadi aku ikut berada dekat adik sambil melihat perawat memijat tubuh kecil Nafida.

Aku merasa jadi kakak sungguhan hari itu β€” ikut melihat adik, ikut menemani, dan ikut merasakan kebahagiaan adikku.

πŸš— Ayah Menyusul dan Pulang Bersama

Setelah ayah pulang kerja, ayah menyusul kami ke spa.

Ayah datang membawa tas dan senyum lebar. Aku langsung memeluk ayah karena kangen.

Ayah bilang,

β€œNahida hebat sekali sudah nemenin bunda dan adik.”

Setelah semuanya selesai, kami pulang naik mobil bersama ayah.

Di perjalanan pulang, Nafida tertidur pulas. Aku juga minum susu dari bekal yang bunda bawa. Kami pun pulang dengan perasaan senang.

πŸ’— Bangga Menjadi Kakak

Hari itu aku merasa bangga sekali.

Aku menemani adikku mencoba hal baru. Aku melihat adikku tersenyum di air, dan aku ikut merasakan kebahagiaan itu.

Bunda berkata:

β€œTerima kasih sudah jadi kakak baik.”

Aku merasa hangat dan senang sekali.

Aku ingin terus menjadi kakak yang baik untuk adikku.

🌟 Kesimpulan Pengalaman Hari Itu

Baby swim itu seru dan membuat adik merasa nyaman. Jalur kuning di alun-alun itu namanya guiding block β€” aku suka sekali berjalan di atasnya. Sore hari di alun-alun terasa indah dengan bunga dan burung. Menjadi kakak itu menyenangkan dan membuatku bangga.

Aku tidak sabar untuk menemani adikku lagi di lain waktu. Ini pengalaman yang tidak akan aku lupa πŸŒŠπŸ’•

Tinggalkan komentar